Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

09 December 2010

Tuhan itu Maha Adil

"Berharap sedikit, memberi banyak. Maka kau akan siap menerima segala bentuk keadilan Tuhan." 
Insya Allah :)

(Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere-Liye)

06 December 2010

Lima Rahasia Kehidupan

Hari ini aku pergi ke toko buku Toga Mas bersama seorang teman dan aku menemukan salah satu novel karya  Tere-Liye yang berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Aku sangat tertarik dengan sinopsisnya yang berbunyi...
    Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut-marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat  bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: "Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu?"
    Maka apakah kita akan bertanya: "Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?"
Aku hidup di dunia ini selama 19 tahun dan mustahil kalau aku nggak tahu-menahu tentang salah satu arti dari lima pertanyaan itu. Aku mengerti apa cinta itu, karena aku pernah merasakannya.  Aku mengerti  kalau hidup ini nggak adil, karena ada orang miskin dan ada orang kaya. Aku mengerti bahwa kaya bukanlah segalanya, toh harta nggak akan pernah dibawa mati., tapi aku juga tahu kalau ada orang yang menganggap uang diatas segalanya. Aku mengerti bahwa hidup memiliki pilihan, bukankah setiap harinya kita memang harus memilih? Pilihan makan, pilihan baju, dan lainnya.  Dan aku mengerti apa makna kehilangan, aku pun pernah kehilangan orang yang aku sayangi.

Tapi itu cuma sepengertian dan sepengetahuanku selama menjalani hidup. Mungkin kalau memang ada satu malaikat yang datang dan memberikan lima pertanyaan, maka aku tentu akan menanyakan hal itu. Aku ingin mengetahui lima rahasia kehidupan yang 'sebenarnya', bukan dengan presepsiku sendiri :)

03 December 2010

Bersyukur Lebih Baik daripada Mengeluh

Ada orang yang bilang, “mengeluh nggak akan menghasilkan apa-apa.Well, aku lihat dari sekian banyak status baik di facebook maupun twitter banyak banget yang mengeluh, menggurutu dan mengomel all the time. Aku sendiri sih, bukannya nggak pernah mengeluh, sering bahkan. Tapi... aku selalu berusaha untuk menguranginya. Lagipula, pernah nggak sih kalian mikir diluar sana masih banyak yang jauh jauh jauh lebih buruk keadaannya dibandingkan kita? Disaat kalian mengeluh nggak bisa keluar rumah karena hujan deras, diluar sana masih ada orang yang bahkan nggak punya rumah untuk berteduh dari hujan. Disaat kalian mengeluh nggak bisa membeli barang-barang mahal yang kalian inginkan karena nggak punya cukup uang, diluar sana bahkan masih banyak yang nggak makan karena nggak punya uang sama sekali atau bahkan kondisi tubuh mereka nggak mendukung untuk memakai barang-barang mahal tersebut. Disaat kalian mengeluh rambut kalian lepek dan berminyak, diluar sana masih ada orang yang rambutnya rontok hingga botak karena harus dikemoterapi. Atau disaat kalian mengeluh pacar kalian ada urusan yang nggak melibatkan kalian atau hobi tidur yang panjang, diluar sana malah masih ada yang masih ingin punya pacar tapi belum terpenuhi. Dan masih banyak keluhan lain yang pasti nggak akan ada habisnya kalau aku tulis disini.

Coba ubah pola pikir kalian dari keluhan menjadi rasa syukur. Seperti, disaat kalian nggak bisa keluar rumah karena hujan, kalian bisa melakukan banyak hal di dalam rumah, misal membaca buku, menonton DVD, browsing internet, tidur, atau hujan-hujanan sama saudara kalian. Nggak perlu lah bilang, “Aku benci hujan” atau memaki hujan. Hei! Hujan itu anugerah dari Allah kan? Seharusnya kalian bersyukur karena masih mendapat tempat berlindung dari hujan bukannya mengeluh atau memaki. Lalu, disaat kalian nggak punya cukup untuk membeli barang-barang mahal, masih ada alternatif lain kok. Misalanya dengan menabung atau pergi ke pasar loak, atau ke pasar baju bekas, disana masih banyak barang yang layak pakai dan nggak jauh beda sama barang-barang mahal yang kalian inginkan. Bersyukur akan hal itu, kalian masih diberikan rejeki ‘lebih’ untuk membeli barang untuk diri kalian sendiri. Selain itu, disaat kalian mengeluh tentang rambut kalian yang lepek dan berminyak, masih banyak kan cara untuk memperbaikinya? Lalu buat apa mengeluh? Orang yang dikemoterapi pasti lebih merasakan sedihnya kehilangan rambut mereka dibandingkan kelepekan rambut kalian. Bersyukur, karena masih diberikan rambut yang sehat. Dan, disaat kalian mengeluh tentang sikap pacar kalian, lalu bagaimana dengan yang belum punya pacar? Syukuri aja lah karena sudah diberi pacar, mengeluh ini itu juga bakal membuat pacar kalian risih.

Think it, guys! Live is hard, dengan kalian mengeluh pun nggak menghasilkan dan merubah apapun. Jadi, nggak perlu memperkeruh kehidupan kalian dengan mengeluh tentang ini dan itu. Sebelum kalian mengeluh, lihat keadaan di sekitar kalian, masih banyak orang yang lebih susah dan lebih membutuhkan daripada kita. Lakukan sesuatu yang sekiranya dapat menghilangkan keluhan itu dan bersyukurlah dengan apa yang kalian punya saat ini :)


28 November 2010

Make A Beautiful Life

Love yourself.
Make peace with who you are and where you are at this moment in time.

Listen to your heart.
If you can’t hear what it’s saying in this noisy world, make time for yourself.
Enjoy your own company.
Let your mind wander among the stars.

Try. Take chances. Make mistakes.
Life can be messy and confusing, but it’s also full of surprises.
The next rock in your path may be a stepping stone.

Be happy. When you don’t have what you want, want what you have.
Make do. That’s a well-kept secret of contentment.

There aren’t any shortcuts to tomorrow.
You have to make your own day.
To know where you’re going is only part of it.
You need to know where you’ve been too.
And if you get lost, don’t worry.
The people who love you will find you.
Count on it.

Life isn’t days and years.
It’s what you do with time  and with all the goodness and grace that’s inside of you.
Make a beautiful life… The kind of life you deserve.

(via Tumblr)

13 August 2010

Bahagia Itu Sederhana


"Berapa sih harganya kebahagiaan? Sini tak belinya!"

Beberapa kali aku melihat status senada dengan pernyataan di atas. Aku heran, apa harus selalu dengan uang kita mendapatkan kebahagiaan?

Orang zaman sekarang itu memang hampir semuanya kehilangan kesederhanaannya. Semuanya menjadi serba kompleks. Semuanya dibikin serba susah. Mau bahagia, harus punya uang. Mau senang, harus punya rumah sendiri. Kalau nggak punya mobil atau pacar yang baik nggak bisa bahagia dan senang. Mau bahagia dan senang aja kok susahnya minta ampun? Pantas aja banyak orang yang nggak bisa bahagia dan senang di jaman sekarang.

Padahal banyak hal-hal kecil yang sebenarnya membuat kita mengembangkan senyum kita. Seperti, melihat senja matahari, atau melihat anak-anak kecil yang lucu sedang bermain di taman, atau bahkan ketika melihat orang tersenyum bahagia atas hal yang telah di perbuatnya. Tentu hal kecil seperti itu membuat sedikit kebahagiaan di hati kita, bukan? Lalu kenapa kita harus mencari hal-hal yang susah (misal, uang) untuk membuat suatu kebahagiaan?

Sebenarnya, bahagia itu sederhana. Bahagia itu cuma tergantung pikiran dan hati kita. Jika pikiran dan hati kita menggantungkan kata ingin bahagia, maka 'cling!' seperti pesulap, segala sesuatu yang terlihat sederhana pun apabila kita melihat dari bright side-nya, bisa menjadi luar biasa dan membuat kita bahagia.

Jadi, apakah kalian masih mau membeli  kebahagiaan yang sederhana itu? Semua itu tergantung kalian :)




(Sedikit mengutip dari novel Feel, What I Want in Life)